
Yoga semakin populer karena bisa dilakukan dengan gerakan yang relatif sederhana dan tidak selalu membutuhkan banyak peralatan. Buat kamu yang baru tertarik mencoba, mungkin masih bingung harus mulai dari mana. Apakah harus sudah fleksibel? Perlu ikut kelas? Atau bisa latihan sendiri di rumah?
Kabar baiknya, kamu nggak harus langsung bisa melakukan pose yang rumit. Yoga untuk pemula bisa dimulai secara perlahan dengan mengenal dasar gerakan, pernapasan, dan cara mendengarkan kemampuan tubuh.
Apa Itu Yoga?
Yoga adalah aktivitas yang menggabungkan gerakan tubuh, pernapasan, dan fokus. Jenis serta intensitasnya juga beragam, jadi pengalaman setiap orang bisa berbeda.
Selain membantu melatih kekuatan dan fleksibilitas, yoga juga sering digunakan sebagai aktivitas untuk relaksasi. NHS menjelaskan bahwa yoga berfokus pada kekuatan, fleksibilitas, dan pernapasan untuk mendukung kesehatan fisik dan mental.
Apakah Yoga Cocok untuk Pemula?
Banyak orang mengira harus fleksibel dulu sebelum mencoba yoga. Padahal, fleksibilitas bukan syarat untuk memulainya. Yang lebih penting adalah menyesuaikan gerakan dengan kemampuan tubuh dan tidak memaksakan pose.
Kalau baru pertama kali mencoba yoga untuk pemula, pilih latihan dengan tingkat kesulitan dasar. Kamu juga bisa mengikuti kelas atau video yang memang ditujukan untuk pemula supaya lebih mudah memahami posisi tubuh.
Gerakan Yoga Dasar yang Bisa Dicoba
1. Mountain Pose
Mountain pose atau tadasana adalah posisi berdiri yang sederhana. Berdiri tegak dengan kaki nyaman, bahu rileks, dan tangan di samping tubuh. Fokus pada posisi tubuh dan pernapasan.
Gerakan ini terlihat simpel, tetapi bisa membantu kamu mengenal postur dasar sebelum mencoba pose lainnya.
2. Child’s Pose
Child’s pose merupakan posisi yang sering digunakan untuk beristirahat di antara gerakan. Dari posisi berlutut, tubuh diarahkan ke depan dengan tangan dapat diluruskan di depan atau diletakkan di samping tubuh.
Kalau posisi ini terasa tidak nyaman, jangan dipaksakan. Kamu bisa menyesuaikan posisi atau menggunakan bantuan bantal.
3. Cat-Cow
Cat-cow dilakukan dengan posisi bertumpu pada tangan dan lutut. Gerakan ini mengombinasikan dua posisi tulang belakang secara perlahan mengikuti ritme napas.
Karena melibatkan gerakan punggung, lakukan dengan kontrol dan jangan bergerak terlalu cepat.
4. Seated Forward Fold
Gerakan ini dilakukan dalam posisi duduk dengan kedua kaki diluruskan ke depan. Tubuh kemudian diarahkan perlahan ke arah kaki.
Kamu nggak perlu memaksakan tangan sampai menyentuh kaki. Yang penting adalah melakukan gerakan sesuai kemampuan dan tetap nyaman.
Jenis Yoga yang Bisa Dicoba
Kalau kamu sudah mengenal gerakan dasarnya, ada beberapa gaya yang bisa dipertimbangkan. Nggak perlu langsung mencari yang paling sulit. Pilih yang sesuai dengan tujuan dan tingkat kenyamanan kamu.
Hatha Yoga
Hatha biasanya dilakukan dengan tempo yang lebih terkontrol dan memberi perhatian pada posisi tubuh serta pernapasan. Karena itu, gaya ini bisa menjadi pilihan untuk orang yang ingin mengenal dasar-dasar yoga terlebih dahulu.
Vinyasa Yoga
Vinyasa menghubungkan gerakan dengan pernapasan secara lebih mengalir. NHS juga menyediakan video vinyasa flow yang bisa menjadi referensi latihan di rumah. Untuk pemula, tetap pilih latihan dengan tingkat kesulitan yang sesuai dan ikuti instruksi dengan perlahan.
Gentle atau Restorative Yoga
Jenis latihan yang lebih lembut bisa cocok kalau kamu ingin fokus pada relaksasi dan gerakan yang tidak terlalu intens. Namun, tetap perhatikan kondisi tubuh dan jangan memaksakan posisi tertentu.
Manfaat Yoga untuk Keseharian
Yoga bukan cuma soal bisa melakukan pose yang terlihat sulit. Latihan yang dilakukan secara rutin dapat menjadi salah satu cara untuk tetap aktif sekaligus melatih kekuatan dan fleksibilitas.
Selain itu, yoga juga bisa menjadi aktivitas yang membantu kamu lebih rileks. Mayo Clinic menjelaskan bahwa yoga dapat membantu relaksasi dan pengelolaan stres, sekaligus mendukung mobilitas dan keseimbangan.
Namun, manfaat yang dirasakan bisa berbeda pada setiap orang. Yoga juga bukan pengganti pengobatan untuk kondisi medis tertentu.
Apa yang Perlu Disiapkan?
Kamu nggak perlu membeli banyak perlengkapan untuk memulai. Beberapa hal sederhana yang bisa disiapkan adalah:
- Matras atau permukaan yang tidak licin
- Pakaian yang nyaman dan memungkinkan tubuh bergerak
- Air minum
- Ruangan yang cukup untuk bergerak
Kalau latihan di rumah, pastikan area di sekitar kamu cukup aman dan bebas dari benda yang bisa membuat tersandung.
Tips Memulai Yoga untuk Pemula
Kalau baru mulai, kamu nggak perlu langsung membuat target yang terlalu tinggi. Yoga sebaiknya dilakukan secara bertahap supaya kamu bisa mengenal kemampuan tubuh sendiri.
1. Mulai dari Latihan Singkat
Nggak perlu langsung latihan selama satu jam. Kamu bisa mulai dari sesi yang singkat, misalnya 10–20 menit. Setelah tubuh mulai terbiasa, durasinya bisa ditambah secara perlahan.
Yang penting bukan berapa lama kamu latihan, tapi apakah jadwal tersebut realistis untuk dilakukan secara rutin.
2. Pilih Gerakan yang Sederhana
Fokus dulu pada gerakan dasar sebelum mencoba pose yang lebih sulit. Kamu juga bisa mengikuti video atau kelas yang memang dibuat untuk pemula.
Kalau ada gerakan yang terasa terlalu sulit, nggak perlu dipaksakan. Cari variasi yang lebih mudah dan lanjutkan ketika tubuh sudah lebih siap.
3. Jangan Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Saat melihat orang lain melakukan yoga, mungkin kamu akan merasa harus bisa melakukan pose yang sama. Padahal, kemampuan dan fleksibilitas setiap orang berbeda.
Jadi, nggak masalah kalau kamu belum bisa melakukan pose tertentu. Fokus saja pada perkembangan diri sendiri.
4. Dengarkan Tubuh
Perhatikan bagaimana tubuh terasa selama latihan. Kalau muncul rasa sakit atau ketidaknyamanan yang tidak biasa, sebaiknya hentikan gerakannya.
NHS juga menyarankan untuk berhenti berolahraga jika merasa sakit atau tidak enak badan.
5. Buat Jadwal yang Realistis
Daripada langsung menargetkan latihan setiap hari, coba tentukan jadwal yang memang bisa kamu ikuti. Misalnya, mulai dua atau tiga kali seminggu.
Setelah mulai terbiasa, kamu bisa menyesuaikan frekuensinya dengan aktivitas sehari-hari. Dengan jadwal yang realistis, latihan juga lebih mudah menjadi bagian dari rutinitas.
Yoga dan Aktivitas Fisik Secara Keseluruhan
Yoga bisa menjadi salah satu bagian dari rutinitas aktif, tetapi kamu nggak harus menjadikannya satu-satunya aktivitas fisik.
Kamu bisa mengombinasikannya dengan aktivitas lain yang kamu suka, seperti jalan kaki, bersepeda, atau latihan kekuatan. Dengan begitu, rutinitas olahraga nggak terasa monoton.
WHO memberikan rekomendasi aktivitas fisik untuk orang dewasa, yaitu 150–300 menit aktivitas aerobik dengan intensitas sedang per minggu, atau 75–150 menit aktivitas dengan intensitas berat. WHO juga merekomendasikan aktivitas penguatan otot setidaknya dua hari dalam seminggu.
Jadi, nggak perlu memaksakan satu jenis olahraga saja. Pilih aktivitas yang sesuai dengan kondisi tubuh dan rutinitas kamu.
Kapan Sebaiknya Berhenti atau Minta Saran Profesional?
Walaupun bisa dilakukan dengan gerakan yang sederhana, tetap penting untuk memperhatikan kondisi tubuh.
Kalau kamu sedang mengalami cedera, memiliki kondisi kesehatan tertentu, sedang hamil, atau sudah lama tidak berolahraga dan ragu apakah latihan tertentu cocok untuk kamu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
Untuk latihan pertama, pilih gerakan yang ringan dan jangan memaksakan tubuh. Kalau suatu pose terasa sakit, berhenti dan cari alternatif gerakan yang lebih nyaman.
Kesimpulan
Yoga untuk pemula nggak harus dimulai dengan pose yang sulit. Kamu bisa mulai dari gerakan dasar, belajar mengatur napas, dan mengenali kemampuan tubuh sendiri.
Yang paling penting bukan seberapa fleksibel kamu atau seberapa rumit pose yang bisa dilakukan. Buat rutinitas yang realistis dan lakukan secara bertahap. Dengan begitu, yoga bisa menjadi salah satu aktivitas yang menyenangkan untuk menjaga tubuh tetap aktif.
Selain aktivitas fisik, pola makan yang seimbang juga penting untuk mendukung kebutuhan tubuh sehari-hari. Kamu bisa membaca lebih lanjut tentang kandungan nutrisi penting dalam makanan sehari-hari di sini.
Ditulis oleh Nabila Indah Hermanto