
Mau liburan ke luar negeri tapi belum punya paspor? Sebelum mulai booking tiket dan hotel, ada satu hal penting yang perlu disiapkan terlebih dahulu, yaitu dokumen perjalanan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah biaya pembuatan paspor dan bagaimana proses pengajuannya.
Kabar baiknya, proses pengajuan paspor sekarang sudah cukup praktis karena pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi M-Paspor. Namun, kamu tetap perlu menyiapkan dokumen, memilih jenis paspor, dan mengikuti tahapan yang sudah ditentukan.
Supaya nggak bingung saat mengurusnya, berikut panduan mulai dari tarif, dokumen, proses pengajuan, sampai beberapa tips yang bisa kamu perhatikan.
Berapa Biaya Pembuatan Paspor?
Besaran tarif paspor tergantung pada jenis paspor dan masa berlakunya. Berdasarkan informasi resmi Direktorat Jenderal Imigrasi, tarif yang berlaku saat ini meliputi beberapa pilihan.
| Jenis paspor | Masa berlaku | Tarif |
| Paspor biasa nonelektronik | 5 tahun | Rp350.000 |
| Paspor biasa nonelektronik | 10 tahun | Rp650.000 |
| Paspor biasa elektronik | 5 tahun | Rp650.000 |
| Paspor biasa elektronik | 10 tahun | Rp950.000 |
| Layanan percepatan selesai hari yang sama | – | Rp1.000.000 |
Tarif tersebut merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di bidang keimigrasian. Untuk informasi tarif dan layanan terbaru, kamu bisa mengecek informasi resmi dari Direktorat Jenderal Imigrasi.
Perlu diperhatikan juga bahwa biaya penerbitan paspor berbeda dengan biaya layanan tambahan. Misalnya, jika memilih layanan percepatan, ada biaya layanan tersendiri di luar biaya penerbitan paspor.
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Sebelum melakukan pengajuan, pastikan dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap. Untuk permohonan paspor baru bagi orang dewasa, dokumen yang perlu disiapkan antara lain:
- KTP elektronik yang masih berlaku
- Kartu Keluarga
- Akta kelahiran, akta perkawinan, buku nikah, atau ijazah
- Dokumen tambahan jika ada perubahan nama atau kondisi khusus
Dokumen asli juga perlu dibawa saat datang ke kantor imigrasi untuk proses pemeriksaan. Pastikan data seperti nama, tempat dan tanggal lahir, serta nama orang tua tercantum dengan benar dan konsisten pada dokumen.
Kalau ada data yang berbeda atau dokumen yang belum sesuai, proses pengajuan bisa membutuhkan pemeriksaan tambahan. Karena itu, lebih baik cek kembali dokumen sebelum memilih jadwal kedatangan.
Cara Mengajukan Paspor
Sekarang, pengajuan paspor dapat dilakukan melalui aplikasi M-Paspor. Aplikasi ini digunakan untuk membuat permohonan secara online, mengunggah data yang diperlukan, memilih kantor imigrasi, dan menentukan jadwal kedatangan.
Secara umum, alurnya seperti berikut.
1. Buat akun di M-Paspor
Unduh aplikasi M-Paspor melalui perangkat Android atau iOS, kemudian buat akun menggunakan data yang diminta. Pastikan email dan nomor telepon yang digunakan masih aktif karena kamu bisa menerima informasi terkait proses pengajuan.
2. Isi data dan unggah dokumen
Setelah akun dibuat, pilih menu pengajuan paspor baru dan masukkan data diri sesuai dokumen resmi. Kamu juga perlu mengunggah foto atau dokumen yang diminta oleh aplikasi.
Jangan terburu-buru saat mengisi data. Kesalahan kecil pada informasi pribadi bisa membuat proses pemeriksaan menjadi lebih rumit.
3. Pilih jenis paspor dan jadwal kedatangan
Selanjutnya, pilih jenis paspor yang ingin dibuat dan kantor imigrasi yang akan didatangi. Kamu juga perlu memilih tanggal serta waktu kedatangan berdasarkan kuota yang tersedia.
Karena itu, sebaiknya jangan menunggu terlalu dekat dengan tanggal keberangkatan untuk mengurus paspor.
4. Lakukan pembayaran
Setelah jadwal dipilih, kamu akan mendapatkan kode billing untuk melakukan pembayaran. Simpan bukti pembayaran karena dokumen tersebut dapat diperlukan saat proses berikutnya.
Informasi mengenai prosedur pendaftaran dan pembayaran juga tersedia melalui layanan resmi Imigrasi. Cek prosedur pengajuan paspor melalui M-Paspor.
5. Datang ke kantor imigrasi
Pada hari yang sudah dipilih, datang ke kantor imigrasi dengan membawa dokumen asli yang diperlukan. Selanjutnya, kamu akan menjalani proses pemeriksaan dokumen, foto, pengambilan data biometrik, dan wawancara.
Setelah semua proses selesai dan permohonan dinyatakan lengkap, paspor akan diproses sesuai ketentuan layanan yang dipilih.
Tips Mengurus Paspor agar Lebih Lancar
Mengurus paspor sebenarnya nggak terlalu rumit, tetapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan supaya prosesnya lebih nyaman.
Pertama, jangan mengurus paspor terlalu mepet dengan jadwal perjalanan. Kalau kamu sudah punya rencana liburan ke luar negeri, sebaiknya siapkan paspor dari jauh-jauh hari. Dengan begitu, kamu punya waktu kalau ternyata ada dokumen yang perlu diperbaiki atau proses membutuhkan pemeriksaan tambahan.
Kedua, cek kembali semua data sebelum mengirim pengajuan. Pastikan nama, tanggal lahir, alamat, dan informasi lainnya sesuai dengan dokumen resmi.
Ketiga, simpan semua bukti dan informasi pengajuan. Mulai dari bukti pembayaran, jadwal kedatangan, sampai dokumen yang diperlukan. Menyimpan semuanya dalam satu tempat akan memudahkan kamu saat datang ke kantor imigrasi.
Keempat, pilih jenis paspor sesuai kebutuhan. Kalau kamu sering bepergian ke luar negeri, pertimbangkan masa berlaku dan jenis paspor yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. Jangan hanya memilih berdasarkan harga paling murah.
Apa Perbedaan Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?
Selain mempertimbangkan biaya pembuatan paspor, kamu juga perlu memilih jenis paspor yang sesuai dengan kebutuhan. Secara umum, ada paspor biasa nonelektronik dan paspor elektronik. Perbedaannya terletak pada teknologi dan data yang terdapat di dalam dokumen tersebut.
Paspor elektronik dilengkapi dengan chip yang menyimpan data biometrik pemegang paspor. Karena itu, tarifnya lebih tinggi dibandingkan paspor biasa nonelektronik. Namun, bukan berarti paspor elektronik selalu menjadi pilihan yang wajib untuk semua orang.
Kalau kamu hanya sesekali bepergian ke luar negeri, paspor biasa bisa menjadi pilihan yang lebih sederhana. Sementara itu, kalau kamu cukup sering traveling dan ingin menggunakan layanan yang mendukung pemeriksaan dokumen secara elektronik, paspor elektronik bisa dipertimbangkan.
Selain jenis paspor, perhatikan juga masa berlaku sebelum menentukan pilihan. Paspor dengan masa berlaku yang lebih panjang dapat menjadi pilihan praktis bagi orang yang sering bepergian, selama memenuhi ketentuan yang berlaku.
Kapan Sebaiknya Membuat Paspor?
Kalau sudah punya rencana traveling ke luar negeri, jangan menunggu sampai tiket pesawat sudah dibeli untuk mulai mengurus paspor. Idealnya, dokumen perjalanan disiapkan terlebih dahulu sehingga kamu bisa lebih leluasa menentukan destinasi dan tanggal perjalanan.
Hal ini juga penting kalau kamu berencana mengunjungi negara yang membutuhkan visa. Proses pengajuan visa dapat memiliki persyaratan dan waktu pemrosesan tersendiri, sehingga paspor perlu sudah tersedia sebelum mengurus dokumen perjalanan lainnya.
Selain itu, cek juga masa berlaku paspor sebelum merencanakan perjalanan. Beberapa negara memiliki persyaratan masa berlaku minimum paspor untuk wisatawan yang masuk ke negaranya.
Paspor Sudah Siap, Tinggal Tentukan Destinasi
Setelah urusan dokumen selesai, bagian yang lebih menyenangkan tentu saja menentukan tujuan perjalanan. Mulai dari memilih negara, menyusun itinerary, sampai mencari tempat menginap yang sesuai dengan budget dan gaya traveling kamu.
Kalau kamu tertarik dengan pengalaman menginap di destinasi wisata yang lebih eksklusif, kamu juga bisa mencari inspirasi dari NIHI Sumba Resort dan melihat seperti apa pengalaman menginap di salah satu resort mewah.
Kesimpulan
Mengetahui biaya pembuatan paspor sejak awal bisa membantu kamu menyiapkan budget perjalanan dengan lebih baik. Selain biaya, jangan lupa menyiapkan dokumen yang diperlukan dan memahami alur pengajuan melalui M-Paspor.
Dengan dokumen yang lengkap dan pengajuan yang dilakukan lebih awal, proses membuat paspor bisa menjadi lebih mudah. Setelah paspor siap, kamu tinggal melanjutkan persiapan perjalanan dan menikmati proses menjelajahi destinasi baru.
Ditulis oleh Nabila Indah Hermanto