
Mantan Atlet Tenis Wanita Indonesia
Bagi pecinta olahraga Indonesia, nama sosok seperti Yayuk Basuki, Angelique Widjaja atau Wynne Prakusya mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Mereka adalah pahlawan negara dalam bidang olahraga Tenis. Dengan peringkat dunia 19, 55, dan 74, mereka ada top 100 Petenis wanita dunia pada kategori tunggal putri (Women Single). Medali Emas SEA Games, Asian Games pernah mereka raih di tahun keemasannya. Tapi itu sudah lebih dari 20 tahun yang lalu. Setelah masa mereka berlalu, kita belum pernah lagi menemukan bakat Tenis baik pria maupun wanita di Indonesia.
Munculnya Aldila Sutjiadi
Akhirnya setelah penantian panjang selama lebih dari dua dekade, muncul bibit baru Tenis wanita Indonesia, Aldila Sutjiadi. Selama 5 tahun terakhir sering muncul membawa bendera Indonesia di panggung tennis dunia. Tidak seperti ketiga senior Aldila sebelumnya yang memiliki prestasi di kategori perorangan, Aldila lebih memfokuskan dirinya pada kategori ganda putri (Women’s Double).
Prestasi Aldila Sutjiadi
- Medali Emas Asian Games 2018 (Mixed Double),
- Juara WTA 250 : Copa Colsanitas 2022 Kolombia, ASB CLassic 2023 Auckland, ATX Open 2023 Austin, Tennis In the Land 2023 Cleveland, Chennai Open 2025 India
- Tiga kali semifinal Grand Slam (French Open 2023, Wimbledon 2023, US Open 2024),
- Juara WTA 500 Washington DC Open 2026, WTA 500 Bad Homburg 2026.
Saat ini, Aldila berada di peringkat 28 ganda putri dunia, peringkat tertinggi kedua dalam sejarah Tenis Indonesia setelah Yayuk Basuki (9) pada tahun 1998.
Janice Tjen, Penerus Tunggal Putri
Tidak lama setelah kemunculan Aldila, dunia Tenis Indonesia dikejutkan lagi dengan kemunculan sosok gadis muda bernama Janice Tjen. Janice mendapatkan beasiswa NCAA (National Collegiate Athletic Association) di Amerika Serikat dengan membela Pepperdine University dari tahun 2021 – 2024. Kemunculan Janice menjawab penantian panjang para pecinta Tenis Indonesia sebagai penerus tunggal putri setelah era Angelique Widjaja.
Daftar Juara Janice Tjen
Setelah lulus dari kampusnya, Janice memulai karier dengan mengikuti turnamen ITF dengan hasil yang luar biasa hanya dalam kurun waktu 1 tahun. Pada periode tersebut, Janice berhasil mengoleksi 13 gelar tunggal putri dan 6 gelar ganda putri. Karena keberhasilan tersebut, Janice mendapatkan penghargaan Player Of The Month pada bulan Mei dan Juni 2025.
Selain daftar juara di atas, Janice juga telah memiliki sejumlah trophy juara, diantaranya :
-. Medali Emas SEA Games di nomor Beregu dan Ganda Putri,
-. Medali Emas Asian School Games di kategori Tunggal dan Beregu Putri.
Janice Masuk ke TOP 50 WTA
Pada Agustus 2025, Janice mulai menaikkan karir profesionalnya dengan mengikuti Grand Slam pertamanya pada US Open. Menang di babak pertama dengan berhasil mengalahkan Veronika Kudermetova yang merupakan unggulan ke 24, akhirnya mengakui kekalahan dari Emma Raducanu pada babak kedua. Pada tahun yang sama di bulan November, Janice berhasil menyapu bersih gelar WTA 250 baik di sektor tunggal putri dan juga ganda putri yang berpasangan dengan Aldila. Dengan raihan juara tersebut, Janice berhasil menaikkan peringkatnya menjadi 50 besar dunia di tahun 2025 (versi WTA).
Lebih lanjut, selama tahun kalender 2026 peringkat dunia Janice semakin naik dengan perolehan tertinggi pada urutan 36 dunia Women Single pada bulan Agustus 2026. Dengan hasil yang membanggakan ini, maka layak kedua wanita muda Indonesia ini disebut sebagai wajah baru tenis Indonesia.
Baca juga : Klasemen Liga Inggris Sementara: Man City Berada di Puncak