4 Solusi Bijak dalam Bermedia Sosial



Di era serba digital seperti sekarang, tanggung jawab semua orang bertambah satu, yaitu bijak dalam bermedia sosial.

Channel Media Sosial

Sumber Universitas Airlangga

Menurut data dari We Are Social pada Oktober 2025, penggunaan media sosial di Indonesia terus bertambah. Terdapat sebanyak 62,9% populasi atau sekitar 180 juta identitas pengguna media sosial. Hal tersebut berarti, terdapat pertumbuhan sekitar 26% secara tahunan.

Angka tersebut merupakan angka yang sangat besar. Bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun kedepan, terdapat peningkatan yang lebih signifikan lagi. Maka dari itu, penting rasanya untuk meningkatkan tanggung jawab dalam hal bijak bermedia sosial.

Apa Itu Bijak Bermedia Sosial dan Mengapa Penting?

Bijak bermedia sosial adalah memaksimalkan hal positif yang bisa di dapatkan dari penggunaan media sosial dan sebaliknya, yaitu meminimalkan dampak negatif dari interaksi secara online. Hal tersebut tentunya bertujuan untuk memberikan rasa keamanan dan kenyamanan bagi diri sendiri maupun orang di sekitar ketika berinteraksi di dunia maya.

Topik ini menjadi penting dikarenakan masifnya peningkatan pengguna media sosial secara global. Kenaikan tersebut harus diselaraskan dengan hal-hal yang positif, dan bukan yang negatif.

Manfaat Bijak Bermedia Sosial

Media sosial memiliki segudang manfaat apabila digunakan secara bijak. Berikut adalah beberapa contoh manfaatnya:

  1. Menghubungkan Jarak dan Memperluas Jaringan

Media sosial dapat mempermudah proses komunikasi secara cepat dengan siapa saja, entah dengan keluarga jauh, teman, atau kerabat lainnya. Selain itu, media sosial juga dapat memperluas jaringan seperti menemukan komunitas dengan minat atau hobi yang sama dan mendorong ke arah yang positif.

  1. Penyebaran Informasi Secara Instan

Dalam beberapa kasus, berita penting seperti peringatan bencana, kebijakan yang baru dikeluarkan pemerintah, dan edukasi yang bersifat publik, mampu tersampaikan secara luas hanya dalam waktu yang singkat.

  1. Media Pembelajaran

Tak dapat dipungkiri, di era digital seperti sekarang, kemudahan dalam mengakses berbagai informasi seputar ilmu pengetahuan dalam keseluruhan bidang menjadi jauh lebih mudah. Hal tersebut, jika dimanfaatkan dengan baik akan bersifat sangat positif dan dapat meningkatkan pengetahuan lebih dalam lagi. Selain itu, metode daring untuk urusan belajar mengajar di sekolah maupun kuliah juga dapat masuk ke poin ini.

  1. Peluang Kerja Baru

Dengan bertumbuhnya media sosial, membuka berbagai lapangan pekerjaan dengan posisi seperti Social Media Specialist, Content Creator, Influencer, dan berbagai pekerjaan lainnya yang berhubungan dengan dunia digital.

  1. Pemasaran Untuk Bisnis

Dari segi bisnis, sudah menjadi hal yang biasa bahwa media sosial digunakan sebagai media promosi. Mulai dari level usaha kecil sampai ke perusahaan besar, sekarang sudah menggunakan media sosial sebagai sarana utamanya dalam melakukan pemasaran. Keuntungannya antara lain adalah:

  • Jangkauan bisa jauh lebih luas
  • Harga yang relatif lebih murah
  • Bisa menargetkan audiens yang lebih spesifik
  • Memiliki data yang lengkap untuk mendukung pertumbuhan bisnis

Dengan banyaknya manfaat dari media sosial seperti yang telah dijabarkan di atas, seharusnya bisa menjadi acuan utama bagi semua pengguna media sosial, tidak hanya di Indonesia, melainkan skala yang lebih besar, yaitu dunia.

Namun, sebuah manfaat dari kemajuan teknologi tentunya juga diiringi dengan risiko-risiko yang juga bermunculan.

Risiko Dalam Berjejaring Sosial

Jika tidak digunakan secara bijak, media sosial memiliki sejumlah risiko beserta dampak negatif yang cukup berbahaya. Berikut adalah beberapa contoh dampak negatifnya:

  1. Kecemasan dan Depresi

Aktivitas di media sosial yang terlalu cepat dalam berbagai penyebaran informasi dapat dengan mudah untuk membandingkan pencapaian hidup orang lain dengan diri sendiri yang berujung pada rasa tidak puas dan kecemasan berlebih.

  1. Fear of Missing Out (FOMO) 

FOMO sebetulnya dapat dikategorikan sebagai dampak netral, yang bisa mengarah ke positif maupun negatif. Dalam konteks negatif, FOMO dapat dikaitkan dengan perasaan cemas ketika terlewat informasi atau tren terbaru.

  1. Adiksi dan Penurunan Produktivitas

Penggunaan media sosial yang berlebih dapat menyebabkan adiksi dan sulit melepaskan kehidupannya di dunia maya. Hal tersebut dapat berdampak pada penurunan produktivitas secara menyeluruh, karena waktu yang dialokasikan ke dunia digital dan kehidupan nyata jadi tidak sebanding.

  1. Cyberbullying

Perundungan dalam dunia maya kerap kali terjadi, karena dengan adanya akun anonim, dapat membuat seseorang merasa lebih leluasa untuk melontarkan ujaran kebencian yang tidak pantas dan tidak sesuai moral kepada orang lain.

  1. Penyebaran Hoaks

Di era digital yang mana informasi dapat tersebar secara cepat dan masif juga menimbulkan risiko, yaitu peredaran informasi palsu secara luas di tengah masyarakat. Hal tersebut terkadang menimbulkan kepanikan tersendiri bagi golongan masyarakat.

Risiko dan dampak negatif tersebut harus bisa dihindari dan diminimalisir dengan maksimal. Diperlukan solusi yang komprehensif untuk meningkatkan pengetahuan terhadap penggunaan media sosial.

Solusi Bijak Dalam Menggunakan Media Sosial

Bermedia Sosial dengan Positif

Sumber erhastory

Bijak dalam penggunaan media sosial juga memiliki berbagai cara. Berikut adalah beberapa cara agar bijak dalam bermedia sosial:

  1. Batasi Waktu Penggunaan Media Sosial

Menurut psikoterapis dari California School of Professional Psychology, Philip Cusman, yang diambil dari artikel hellosehat, penggunaan media sosial dianjurkan dibatasi menjadi setengah jam hingga satu jam per hari saja. Karena, menurut sebuah penelitian dari Case Western Reserve School of Medicine, remaja yang ketagihan bermain media sosial, 3,5 kali lebih mungkin melakukan kegiatan berisiko tanpa pikir panjang.

  1. Memastikan Fakta Terlebih Dahulu

Informasi yang beredar di media sosial jangan langsung ditelan mentah-mentah. Sebaiknya selalu cek dan ricek untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, terlebih lagi jika informasinya yang cukup penting.

  1. Hindari Keributan di Media Sosial

Sebaiknya jika ada sebuah aktivitas di media sosial yang sedikit memicu keributan, lebih baik dihindari dan harus menggunakan kepala yang dingin. Karena jika terseret ke dalam pertikaian, maka kemungkinan-kemungkinan negatif yang tidak diinginkan seperti pengujaran kebencian bisa saja terjadi. Maka dari itu, berpikir sebelum posting adalah langkah yang tepat untuk dilakukan. Agar, semua interaksi yang terjadi telah tersaring dan tidak menimbulkan sesuatu yang negatif.

  1. Gunakan Media Sosial Untuk Hal yang Produktif

Setelah berhasil membatasi penggunaan media sosial, langkah selanjutnya adalah menggunakan media sosial hanya untuk keperluan yang bersifat produktif. Seperti mempelajari sesuatu hal yang bermanfaat dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Perkembangan teknologi di era modern yang mendorong pertumbuhan media sosial kini sudah menjadi hal yang tidak bisa terelakkan. Sebagai manusia yang hidup di zaman serba canggih, sudah seharusnya kita memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dalam bermedia sosial.

Dengan mengetahui dampak positif, risiko, serta solusi bijak dalam penggunaan media sosial, menjadi langkah yang tepat sebagai perbekalan kita untuk berinteraksi di dunia maya.

Jangan sampai, perlakuan kita di media sosial menimbulkan hal negatif, entah itu bagi diri sendiri maupun orang lain. Sebaliknya, kita harus bijak bermedia sosial, agar mendapatkan hal positif dan memaksimalkan peluang-peluang yang ada.

Baca juga: Digital Marketing Untuk Pemula & Social Media Specialist