
apa itu literasi? Pengertian literasi, jenis-jenisnya, contoh penerapan, hingga cara meningkatkan literasi diri di era digital.
Pernah mendengar istilah “literasi” dan bertanya-tanya apa itu literasi? tapi masih terasa membingungkan, sebenarnya Kenapa kita harus meningkatkan literasi kita di era digital ini? Apa pentingnya literasi untuk kehidupan kita masing-masing? Masih banyak orang mengira jika literasi itu hanya soal kemampuan membaca dan menulis, jumlah buku yang sudah dibaca. Padahal, literasi mencakup jauh lebih luas daripada yang kita kira. Di era informasi seperti sekarang ini, memahami apa yang dimaksud dengan literasi dan bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari bisa menjadi kunci penting agar kita tidak mudah tertipu oleh berita hoaks yang tersebar, salah mengambil keputusan finansial, atau tertinggal dalam persaingan di dunia kerja saat ini.
https://sevima.com/pengertian-literasi-menurut-para-ahli-tujuan-manfaat-jenis-dan-prinsip
Kali ini saya akan membahas secara tuntas apa yang dimaksud dengan literasi, mulai dari pengertian mendasar tentang literasi, jenis-jenis literasi, serta contoh penerapannya dalam kehidupan kita sehari-hari, sampai cara meningkatkan kemampuan literasi diri di era digital saat ini.
Penjelasan literasi
Secara umum, literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, memahami, menganalisis dan menggunakan informasi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari. Kata “literasi” berasal dari bahasa Latin, yaitu “literatus”, yang berarti “orang yang belajar” atau “melek huruf”.
Namun, seiring perkembangan zaman, berkembangnya ilmu teknologi menjadikan informasi tersebar begitu luas dan mudah diakses, Definisi literasi terus berkembang. Unesco mendefinisikan literasi bukan hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis saja, melainkan kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menafsirkan, menciptakan, mengomunikasikan, dan menghitung menggunakan materi yang tertulis maupun visual dalam berbagai konteks.
Dengan kata lain, kita dapat memahami bahwa literasi adalah keterampilan berpikir. Orang yang literat bukan hanya bisa membaca kalimat secara fokus, tapi juga mampu memahami apa yang dimaksud di balik kalimat yang sedang dibaca, mengaitkannya dengan konteks pembahasan, dan menggunakannya untuk mengambil keputusan yang tepat dan meminimalkan risiko.
Jenis-Jenis Literasi
Literasi tidak selalu berdiri sendiri. Ada beberapa jenis literasi yang berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman. Berikut jenis-jenis literasi yang penting untuk diketahui:
1. Literasi baca tulis
Ini adalah bentuk literasi yang paling mendasar, yaitu kemampuan membaca dan menulis teks dengan baik dan benar. Literasi baca tulis menjadi fondasi untuk jenis literasi lainnya, karena tanpa fondasi yang kuat, bangunan akan mudah roboh.
2. Literasi Numerasi
Literasi numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Contoh nyata di kehidupan sehari-hari adalah menghitung diskon saat berbelanja di supermarket atau memahami data statistik yang ditampilkan stasiun TV.
3. Literasi Sains
Literasi sains merujuk pada kemampuan untuk memahami konsep sains dan menerapkannya untuk memahami fenomena alam yang terjadi serta mengambil keputusan berdasarkan bukti ilmiah yang sudah diteliti, bukan sekadar mitos atau asumsi.
4. Literasi Digital
Di era segala sesuatu serba di internet, literasi digital menjadi salah satu jenis literasi yang paling banyak dibicarakan. Literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi secara bijak, termasuk memilah informasi yang valid dan informasi hoaks, memahami etika dalam bermedia sosial, dan melindungi data pribadi maupun data orang lain dari ancaman siber.
5. Literasi Finansial
Literasi finansial adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola keuangan pribadi, mulai dari menabung, menginvestasikan uang, memilih instrumen investasi yang stabil, hingga memahami risiko utang. Rendahnya literasi finansial sering menjadi penyebab masyarakat sangat mudah terjebak investasi bodong atau skema Ponzi.
Use up and down arrow keys to resize the meta box pane.
6. Literasi Budaya dan Kewargaan
Jenis literasi ini berkaitan dengan kemampuan memahami dan menjaga nilai-nilai dari budaya, kebinekaan, serta hak dan kewajiban kita sebagai warga negara dalam kehidupan bermasyarakat.
Kenapa literasi begitu penting?
Setelah kita bertanya-tanya mengenai “apa itu literasi?” memahami apa yang dimaksud dengan literasi, serta jenis-jenis literasi, pertanyaan berikutnya adalah “Kenapa literasi begitu penting untuk kehidupan dalam bermasyarakat maupun menjalani kehidupan?”
- Dapat mengambil keputusan secara rasional dan lebih baik. Orang dengan tingkat literasi yang tinggi biasanya mampu menganalisis informasi lebih kritis sebelum memutuskan untuk mengambil suatu tindakan, bukan sekadar ikut-ikutan saja.
- Melindungi diri dari berita hoaks dan misinformasi di media sosial. Kemampuan literasi digital yang baik dapat membuat seseorang lebih kritis dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial.
- Meningkatkan daya saing di dunia kerja. Kemampuan literasi yang mumpuni, terutama dalam literasi digital dan numerasi, menjadi salah satu syarat penting di banyak profesi saat ini. Namun, setidaknya dalam 2 jenis literasi tersebut, jika kita bisa menjadi yang terbaik di antara 2 jenis tersebut, tidak menutup kemungkinan kita bisa menjadi yang terdepan di antara yang lain.
- Mendukung kesejahteraan finansial. Literasi finansial yang baik dapat membantu seseorang mengelola keuangan dengan lebih bijak, dapat meminimalkan segala risiko investasi serta dapat terhindar dari jerat utang atau penipuan investasi.
- Memperkuat partisipasi sosial dan demokrasi. Masyarakat yang literat biasanya cenderung lebih aktif dan kritis dalam menyikapi isu-isu politik maupun publik.
Contoh penerapan literasi dalam kehidupan sehari-hari
Agar lebih mudah memahami tentang “apa itu literasi?”, berikut beberapa contoh penerapan literasi dalam kehidupan sehari-hari:
- Membaca label komposisi makanan sebelum membelinya. Kebiasaan kecil seperti ini dapat melatih ketelitian dalam membaca dan membuat kita lebih peka terhadap kandungan gizi, gula, atau bahan pengawet yang terkandung dalam produk. Jika kebiasaan kecil ini terus-menerus dilakukan, lama-lama kita jadi lebih sadar tentang kesehatan dan bisa mengambil keputusan makanan yang lebih tepat tanpa harus menunggu masalah kesehatan muncul terlebih dahulu.
- Menghormati perbedaan pendapat dalam diskusi publik. Jikalau ini terus dilatih, kita akan menjadi terbiasa untuk mendengarkan pendapat-pendapat sebelum menghakimi. Manfaatnya untuk kita bukan hanya di ruang diskusi besar, tetapi juga dalam percakapan sehari-hari, kita jadi lebih jarang gampang tersulut emosi hanya karena perbedaan sudut pandang seseorang.
- Membuat anggaran bulanan agar pengeluaran tidak lebih besar daripada pemasukan kita. Kalau dilakukan secara konsisten, kebiasaan ini akan membentuk pola pikir jangka panjang soal keuangan, bukan cuma soal “cukup atau tidak” di akhir bulan, tetapi soal punya kendali penuh atas hidup finansial sendiri. Efeknya, risiko terjebak dalam kebiasaan konsumtif atau investasi bodong jauh lebih kecil.
Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa literasi bukan hanya konsep abstrak yang hanya dipelajari di sekolah, melainkan keterampilan dalam menjalani hidup yang dipakai hampir setiap hari dalam kehidupan.
Cara meningkatkan literasi diri
Bagi yang ingin meningkatkan kemampuan literasinya, berikut beberapa cara yang bisa dicoba dalam kehidupan sehari-hari:
- Biasakan membaca secara rutin, apa pun itu bacaannya, baik buku, artikel, maupun berita dari sumber yang bisa dipercaya
- Latih kemampuan berpikir kritis dengan membiasakan bertanya kepada diri sendiri “mengapa” dan “bagaimana” sebelum menerima suatu informasi yang kita dapatkan begitu saja.
- Diskusikan bacaan dengan orang lain untuk melatih kemampuan komunikasi, menyampaikan dan mempertahankan argumen yang disampaikan.
- Verifikasi informasi sebelum membagikannya ke orang-orang terdekat maupun media sosial. Terutama yang berkaitan dengan kesehatan, keuangan, atau isu-isu politik.
Kesimpulan
Literasi adalah kemampuan untuk membaca, menulis, memahami, dan menggunakan informasi secara kritis untuk menjalani kehidupan kita sehari-hari dengan lebih baik. Literasi tidak hanya soal melek huruf, melainkan mencakup berbagai aspek, mulai dari numerasi, sains, digital, finansial, hingga budaya dan kewargaan.
Di tengah derasnya arus informasi saat ini, meningkatkan literasi diri bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjalani kehidupan. Semakin tinggi tingkat literasi seseorang, semakin baik pula kualitas keputusan dan kehidupan yang dijalani.