Buah bit
Buah bit menjadi salah satu bahan makanan yang sering banget dilewatin orang di rak sayuran, padahal warnanya udah mencolok banget. Meskipun aromanya mirip bau tanah, namun kandungan nutrisinya sangat luar biasa. Padahal, kalau ngomongin soal kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan, bit ini termasuk salah satu bahan pangan paling underrated loh.

Photo by Emma-Jane Hobden on Unsplash
Faktanya, bit bukan buah, melainkan tanaman umbi-umbian yang masih satu keluarga sama lobak, singkong, dan ubi. Tapi karena warnanya yang merah keunguan mencolok dan sering dianggap manis kayak buah, orang lebih akrab menyebutnya “buah bit”. Nah, di artikel ini bakal dibahas soal kandungan gizi bit dan kenapa kamu perlu mulai memasukkannya ke menu harian. Check it out!
Kandungan Nutrisi dan Manfaat Buah Bit untuk Tubuh
Dalam 100 gram bit segar, terkandung sekitar 41 kalori dan 87,6 gram air. Jadi bit termasuk bahan pangan rendah kalori tapi tinggi kandungan air. Selain itu, bit juga menyimpan beragam nutrisi penting seperti 9,6 gram karbohidrat, 1,6 gram protein, 2,6 gram serat, 1 miligram zat besi, sekitar 405 miligram kalium, dan 109 mikrogram folat. Nggak cuma itu, bit juga dikenal punya sumber serat, folat (vitamin B9), mangan, potasium, zat besi, dan vitamin C dalam jumlah yang cukup signifikan, sekaligus rendah lemak jenuh dan kaya antioksidan. Kombinasi nutrisi inilah yang bikin bit dapat julukan superfood meski penampilannya sederhana.
1. Manfaat Buah Bit untuk Menstabilkan Tekanan Darah
Selain itu, salah satu manfaat bit yang paling banyak diteliti adalah efeknya terhadap tekanan darah. Hal ini karena bit kaya akan nitrat anorganik yang kemudian diubah menjadi nitrit oksida di dalam tubuh, senyawa yang membantu melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah jadi lebih lancar dan tekanan darah menurun. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi bit atau jus bit bisa menurunkan tekanan darah secara signifikan. Rentang penurunan tekanan darah sekitar 3 sampai 10 mmHg dalam beberapa jam setelah konsumsi. Efek ini diyakini berasal dari kombinasi nitrat dan pigmen betalain, si pewarna alami yang bikin bit warnanya merah menyala itu. Manfaat ini bahkan tetap terlihat pada penderita hipertensi yang berkaitan dengan diabetes tipe 2. Jadi cukup relevan buat mereka yang punya risiko penyakit metabolik.
2. Meningkatkan Stamina dan Performa Fisik
Buat yang suka olahraga atau aktivitas fisik berat, bit sering direkomendasikan sebagai “makanan atlet” karena kandungan nitratnya. Nitrat dalam bit dipercaya membantu tubuh menggunakan oksigen dengan lebih efisien saat beraktivitas, sehingga otot nggak gampang lelah dan stamina jadi lebih tahan lama. Selain itu, kalium yang melimpah dalam bit juga berperan penting dalam menjaga fungsi saraf dan otot tetap optimal, sekaligus membantu mencegah kram otot serta rasa lelah berlebihan setelah beraktivitas.
3. Membantu Kerja Otak dan Konsentrasi
Efek pelebaran pembuluh darah dari nitrat bit ternyata nggak cuma berhenti di jantung dan otot, tapi juga berdampak ke aliran darah menuju otak. Aliran darah yang lebih lancar membantu penyaluran oksigen dan nutrisi ke otak secara lebih optimal, yang pada akhirnya bisa mendukung daya ingat dan tingkat konsentrasi. Jadi kalau kamu lagi butuh fokus ekstra buat kerja, belajar, atau ngerjain tugas yang butuh mikir keras, segelas jus bit bisa jadi tambahan menarik selain kopi.
4. Buah Bit Memiliki Potensi Antikanker
Salah satu manfaat bit yang cukup menarik perhatian dunia riset adalah potensinya dalam melawan sel kanker. Klaim ini didasarkan pada hasil pengujian laboratorium yang menunjukkan bahwa ekstrak bit mampu menekan pertumbuhan sel kanker, efek yang diyakini berasal dari kandungan betain dan antioksidan di dalamnya. Penting dicatat bahwa penelitian ini masih banyak dilakukan dalam skala laboratorium, jadi bit lebih tepat diposisikan sebagai bagian dari pola makan yang mendukung pencegahan, bukan sebagai obat kanker.
5. Mengatasi Peradangan dalam Tubuh
Bit juga dikenal punya sifat anti-inflamasi alami. Kandungan betalain dan antioksidan di dalamnya membantu tubuh melawan peradangan kronis, yang kalau dibiarkan bisa jadi pemicu berbagai penyakit serius seperti penyakit jantung, diabetes, sampai gangguan autoimun. Ini salah satu alasan kenapa bit sering direkomendasikan sebagai bagian dari pola makan anti-inflamasi bareng sayuran dan buah berwarna cerah lainnya.
6. Khasiat Buah Bit untuk Menjaga Pencernaan
Kandungan serat dalam bit berperan penting buat melancarkan sistem pencernaan. Serat membantu mencegah kerusakan dinding saluran cerna akibat peradangan, konstipasi, sampai risiko kanker usus besar dalam jangka panjang. Selain serat, senyawa betaine dalam bit juga membantu mengurangi kembung, mencegah intoleransi makanan tertentu, mengontrol pertumbuhan bakteri baik di usus, dan meningkatkan penyerapan nutrisi dari makanan yang kamu konsumsi.
7. Mendukung Kesehatan Mata
Nggak banyak yang tahu, bit juga punya manfaat buat kesehatan mata berkat kandungan lutein dan zeaxanthin di dalamnya. Kedua senyawa ini berperan menjaga kesehatan makula dan retina, bagian mata yang penting buat ketajaman penglihatan. Ditambah lagi, kandungan vitamin C dalam bit turut membantu menjaga kelembapan mata sekaligus mendukung kejernihan penglihatan secara keseluruhan.
8. Baik untuk Ibu Hamil dan Perkembangan Janin
Kandungan folat yang cukup tinggi dalam bit sangat bermanfaat buat ibu hamil, karena folat berperan penting dalam menurunkan risiko bayi lahir dengan cacat tabung saraf serta membantu perkembangan otak janin sejak dalam kandungan. Meski begitu, konsumsi bit selama kehamilan tetap perlu diperhatikan porsinya. Terlalu banyak juga bukan berarti lebih baik, jadi tetap disarankan konsultasi sama dokter kandungan soal takaran yang aman.
Cara Praktis Menikmati Buah Bit Sehari-hari
Sebagai contoh, kalau kamu belum terbiasa sama rasa bit yang khas, maka ada beberapa cara mengolah yang bisa bikin bit lebih gampang dinikmati:
- Pertama, kamu bisa merebusnya atau mengukusnya, lalu dipotong dan ditambahkan ke salad atau sebagai hidangan pendamping.
- Kedua, dengan cara dipanggang, cara ini bisa memunculkan rasa manis alami bit yang lebih kuat dibanding direbus.
- Ketiga, bisa juga dijadikan jus, diblender bareng air atau jus jeruk supaya rasanya lebih segar dan nggak terlalu “earthy”.
- Keempat, dicampur ke smoothie, digabung dengan buah lain dan yogurt buat minuman yang lebih menyehatkan dan enak diminum.
- Kelima, dijadikan salad segar, dicampur potongan bit rebus dengan sayuran lain dan dressing sehat.
Perlu Diingat Sebelum Rutin Konsumsi Bit
Meskipun manfaatnya banyak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Bit mengandung oksalat yang cukup tinggi, jadi buat kamu yang punya riwayat batu ginjal sebaiknya konsumsi secukupnya dan konsultasi dulu ke dokter. Selain itu, urin atau feses yang berubah warna kemerahan setelah makan bit itu hal normal (disebut beeturia), bukan tanda bahaya, tapi kadang bikin kaget kalau belum tahu.
Secara umum, bit adalah salah satu bahan pangan yang gampang didapat, murah, dan punya manfaat kesehatan yang cukup lengkap mulai dari jantung, otak, sampai pencernaan. Nggak perlu langsung jadi penggemar berat, cukup mulai selipin bit dalam menu mingguan kamu, entah lewat jus, salad, atau sekadar campuran sup, biar tubuh dapat manfaat nutrisinya secara bertahap.
Sumber
- Alodokter — 8 Manfaat Buah Bit, Si Merah dengan Segudang Nutrisi
- Shopee Inspirasi — 8 Manfaat Buah Bit Untuk Kesehatan Tubuh: Si Merah Kaya Nutrisi
- detikHealth — 13 Manfaat Buah Bit, Si Merah Punya Banyak Nutrisi untuk Kesehatan
- detikHealth — 9 Manfaat Buah Bit bagi Kesehatan
- MomsMoney Kontan — Manfaat Kesehatan Suplemen Buah Bit yang Jarang Diketahui
- MomsMoney Kontan — Manfaat Buah Bit untuk Kesehatan (dilansir dari Mayo Clinic)
- MomsMoney Kontan — 7 Manfaat Buah Bit jika Teratur Dikonsumsi
- Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara — Manfaat Buah Bit bagi Kesehatan Tubuh